Sedotan plastik merupakan bagian penting dalam bersantap saat ini, namun kebanyakan orang tidak mengetahui cara pembuatannya. Baik Anda sedang menyesap minuman dingin di hari yang panas atau sedang mengaduk kopi di pagi hari, sedotan adalah bagian dari kehidupan kita. Tapi bagaimana cara pembuatannya? Jika Anda seorang petugas pengadaan, CEO, atau insinyur di sebuah perusahaan besar atau di bisnis manufaktur produk sekali pakai, ini adalah pertanyaan penting. Mengetahui bagaimana sesuatu dibuat dapat membantu Anda memahami rantai pasokan dan kaitannya dengan masalah lingkungan.

1. Cara Pembuatan Sedotan Plastik

Sedotan plastik terbuat dari polipropilen, yaitu plastik yang berasal dari minyak. Prosesnya melibatkan beberapa langkah, mulai dari menyiapkan bahan hingga mengemasnya. Mari kita uraikan setiap langkahnya.

jerami lurus
Jerami artistik

1. Mempersiapkan Materi

Prosesnya dimulai dengan pelet polipropilen. Pelet ini adalah potongan plastik kecil dan tahan lama yang dibuat melalui proses kimia yang disebut polimerisasi di mana gas propilena (bahan bakar yang terdiri dari atom hidrogen dan karbon) diubah menjadi plastik padat. Pelet dimasukkan ke dalam hopper yang dimasukkan ke dalam ekstruder, tempat keajaiban manufaktur dimulai.

2. Ekstrusi

Ekstrusi adalah bagian utama pembuatan sedotan. Di dalam ekstruder, terdapat mekanisme sekrup yang mendorong pelet polipropilen melalui tong yang dipanaskan dan melelehkannya menjadi cairan kental. Plastik yang meleleh dimasukkan ke dalam cetakan yang menghasilkan bentuk tabung berongga panjang yang kita semua kenal dan sukai. Aliran plastik yang terus menerus inilah yang membentuk sedotan yang kita lihat dan gunakan setiap hari.

mati kepala

3. Pendinginan

Setelah sedotan keluar dari cetakan, sedotan harus segera didinginkan agar bentuknya tetap terjaga. Hal ini dilakukan dengan mengalirkan tabung plastik yang baru diekstrusi melalui penangas air. Pendinginan akan mengeraskan plastik sehingga mempertahankan bentuknya untuk langkah selanjutnya.

wastafel air pendingin

4. Pemotongan

Saat tabung plastik yang baru terbentuk mendingin dan mengeras, tabung tersebut dipotong memanjang. Langkah ini biasanya dilakukan secara otomatis sehingga dilakukan secara akurat dan seragam. Sedotan standar memiliki panjang sekitar 8 inci tetapi dapat bervariasi tergantung spesifikasi.

Daya tarik & mesin pemotong

5. Fitur Tambahan

Tidak semua sedotan diciptakan sama. Beberapa, seperti sedotan lentur, melalui langkah tambahan dengan menambahkan alur untuk membuatnya fleksibel. Alur ini memungkinkan untuk ditekuk tanpa patah, sehingga sangat nyaman digunakan orang. Sedotan lain seperti “gila” atau bentuk lainnya dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Jerami artistik

6. Pengemasan

Terakhir, sedotan dikemas dan tergantung pada kebutuhan pelanggan, sedotan tersebut dapat dimasukkan ke dalam wadah kertas sanitasi atau dikemas dalam jumlah besar dalam tas atau kotak. Bagi produsen seperti KEZHI, proses pengemasan ini dilakukan dengan hati-hati dan presisi untuk menjamin kebersihan dan kualitas, baik dalam sedotan individu maupun dalam jumlah besar.

beberapa pengepakan jerami
sedotan PLA

2. Permasalahan Lingkungan Hidup

Meskipun sedotan plastik dibuat secara efisien, dampaknya terhadap lingkungan telah menjadi masalah di seluruh dunia. Proses ekstraksi minyak yang digunakan untuk membuat polipropilen memerlukan energi dan menimbulkan polusi, serta masalah lain yang terkait dengan ekstraksi dan penggunaan minyak secara umum.
Selain itu, sedotan plastik cenderung sekali pakai dan tidak dapat didaur ulang, sehingga menghasilkan sampah dalam jumlah besar, terutama di lautan.
Sudah terdokumentasi dengan baik betapa berbahayanya sedotan plastik bagi kehidupan laut karena burung, ikan, dan hewan laut lainnya menelan plastik karena mengira itu adalah makanan yang dapat menyebabkan cedera atau kematian jika tertelan.
Plastik juga tidak terurai di alam sehingga tetap menjadi polutan selama ratusan tahun dan terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan kita, yang pada akhirnya berdampak juga pada manusia.

3. Sedotan Plastik Terbuat Dari Apa?

Sedotan plastik pada dasarnya terbuat dari polipropilen, yaitu jenis bahan plastik serbaguna yang berasal dari minyak yang menawarkan daya tahan, fleksibilitas dan ketahanan terhadap berbagai bahan kimia, sehingga ideal untuk keperluan pembuatan jerami.
Pelet yang digunakan untuk membuat jerami melalui proses peleburan dan ekstrusi, yang kemudian membentuknya menjadi tabung berongga yang kita gunakan sehari-hari.

4. Apakah Sedotan Plastik Sebenarnya Buruk Bagi Lingkungan?

Ya! Sedotan plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena tidak dapat terurai secara hayati, artinya setelah dibuang, sedotan plastik dapat bertahan ratusan tahun di alam dan perlahan-lahan terurai menjadi mikroplastik yang dapat masuk ke dalam rantai makanan kita terutama di lingkungan laut dimana satwa liar menelannya sehingga menyebabkan kerusakan pada ekosistem termasuk manusia yang mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi plastik.
Selain itu, ada begitu banyak sedotan plastik yang digunakan di seluruh dunia setiap hari (jutaan) dan banyak yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan karena sifatnya yang ringan sehingga mudah dibuang sembarangan. Pemerintah/organisasi di seluruh dunia telah menyadari hal ini sehingga mendorong alternatif seperti kertas/bambu/logam dll.

5. Bagaimana Sedotan Plastik Bengkok Dibuat?

Pembuatan sedotan lentur melibatkan proses yang sedikit lebih rumit dibandingkan sedotan biasa. Setelah yang lurus diproduksi, mereka melalui a mesin pembengkok jerami fleksibel yang menambahkan lekukan di dekat bagian atas sehingga menciptakan area “fleksibel” yang khas sehingga jerami dapat ditekuk tanpa patah. Yang lentur ini sangat populer di industri jasa makanan yang memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

jerami bengkok

6. Bagaimana Sedotan Plastik Dikemas?

Pengemasan memainkan peran penting, memastikan kebersihan selama proses produksi. Berikut cara kerja pengemasan yang umum:
1. Pengumpulan Jerami: Setelah dipotong dan dibentuk, sedotan dikumpulkan dan dipindahkan ke mesin berikutnya.
2. Dimasukkan ke dalam Sistem Pengemasan: Sedotan disalurkan ke dalam sistem otomatis yang mengatur dan menyelaraskannya untuk dibungkus.
3. Pembungkus: Sedotan akan jatuh ke bawah dan bergerak maju dengan ikat pinggang, dibungkus dengan bahan pengemas, seperti kertas atau film plastik,
4. Penyegelan: Kemasan disegel untuk memastikan sedotan tetap bersih dan bebas kontaminasi.
5. Pemotongan dan Bundling: Sedotan yang dikemas dipotong menjadi beberapa unit atau digabungkan menjadi satu untuk pengemasan massal.
6. Pengemasan Akhir: Sedotan yang sudah dibundel ditempatkan ke dalam kotak atau kantong, siap untuk didistribusikan.

7. Mengapa Mereka Berhenti Membuat Sedotan Plastik?

Alasan masyarakat berhenti menggunakan sedotan plastik karena kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Bahan-bahan tersebut menyumbang polusi terutama pada lautan karena sampah ringan/tidak dapat terbiodegradasi/mudah terurai setelah lingkungan membutuhkan waktu ratusan tahun, sehingga menyebabkan kerusakan ekosistem dalam jangka panjang.
Mendaur ulang bahan-bahan tersebut sulit dilakukan karena ukurannya yang kecil membuat proses fasilitas daur ulang menjadi sulit dan sering kali mencemari banyak bahan daur ulang sehingga sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah yang mencemari lingkungan alam.
Karena masalah ini, banyak pemerintah/bisnis yang memberlakukan larangan/pembatasan terhadap penggunaannya, misalnya. Uni Eropa melarang plastik sekali pakai termasuk jerami pada tahun 2021; beberapa kota/negara bagian AS mengeluarkan undang-undang serupa; alternatif seperti kertas/logam/bambu/bahan nabati menjadi lebih populer di kalangan konsumen yang mencari pilihan ramah lingkungan.

8. Kesimpulan

Proses produksi untuk memproduksi sedotan plastik sangat efisien dan menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Meskipun polipropilen memberikan daya tahan/fleksibilitas, sifat non-biodegradable menimbulkan tantangan besar terhadap upaya keberlanjutan. Ketika dunia usaha dan pemerintah di seluruh dunia mengambil tindakan untuk mengurangi sampah plastik, alternatif pengganti sedotan plastik menjadi semakin penting. Untuk perusahaan seperti KEZHI, menawarkan solusi seperti Lini produksi jerami biodegradable PLA bukan hanya langkah bisnis yang cerdas namun juga merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Jika Anda ingin informasi lebih lanjut tentang alternatif produksi, silakan hubungi kami KEZHI [strawmakingmachine@gmail.com] kunjungi situs web [www.strawmakingmachines.com] Mari bekerja sama untuk menciptakan produk ramah lingkungan berkualitas tinggi yang lebih bersih!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang diperlukan ditandai *

kesalahan: Konten dilindungi!!

Dapatkan penawaran sekarang

Pertanyaan Anda akan ditangani dalam waktu 1 jam selama jam kerja.

*Informasi Anda akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan diungkapkan

Dapatkan solusi sekarang

Pertanyaan Anda akan ditangani dalam waktu 1 jam selama jam kerja.

*Informasi Anda akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan diungkapkan

Hampir Hilang? Mari kita buat Produksi jerami bahkan lebih baik!

Butuh mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda? Tim kami siap membantu dengan solusi khusus untuk produksi jerami Anda!

Catatan: Informasi email Anda akan dijaga kerahasiaannya.